AKU INGIN BICARA
Aku nyaris tak ingin tersenyum
Sejauh apapun itu rasaku, sepertinya hambar
Tak ingin terbaca hati siapapun
Enggan berkata bercerita
Gugup emosi tak berwujud
Menelan pedih yang tak terdengar
Enggan menangis berteriak
Terbalut kalut menakutkan
Aku berdiri di atas kumpulan bait yang tersimpan
Menahan segala emosi yang tercipta
Aku melangkah menyisiri jalan yang tak berarah
Sssssttttt, hening tak bergeming
Senyap yang ku cipta mengetuk batinku
Gelap yang yang menelan terang
Kumeninggalkan segala pandang
Menutup segala jejak
Kali ini ku sendiri, serasa sendiri terbalut dingin yang
menusuk
Aahh hanya perasaanku saja
Selalu berisyarat dalam hati
Mencoba tersenyum meski isak dalam hati
Mungkin sebenarnya aku tak seharusnya begini
Hanya saja aku tak tahu harus bagaimana
Mungkin saja aku lelah dan ingin menangis
Hanya saja aku malu pada rumput yang menari dengan
riangnya Bersama udara yang tak pernah lelah mencari insan yang bernafas
Dan kupu-kupu yang hinggap dengan manisnya Mentari yang selalu menyambut pagi dengan sejuknya Bulan dan bintang dengan cantiknya menemani sang malam
Betapa bodohnya jiwa ini tak yang tak pernah bersyukur Nikmat ini begitu indahnya Hingga tak ada insan yang kekurangan Tak seharusnya aku menahan kebahagiaanku
Meski selalu ada pengorbanan yang layak ku pertaruhkan
Kupejamkan mata setitik waktu Menghela nafas dengan santainya Cukup mengingat segala pahit dan manis yang pernah mewarnaiku Dan segala mimpi yang sempat tertunda
Rangkul aku dalam riangmu
Uraikan segala cerita tentang cinta, persahabatan, kekeluargaan, kebersamaan, dan kasih sayang yang tulus Hapuskan airmataku kala aku telah cukup kuat menahan kepedihanku
Ajak aku menari di atas drama yang penuh terjal
Ajari aku tersenyum dikala aku mudah menguraikan airmata Ya, aku berada dipuncak letih pada buku yang ku genggam Tinta penaku telah habis Kertasnya pun telah usang
Aku ingin bicara, bahasa hati, bahasa tubuh, bahasa jiwa
Karna aku tak ingin torehkan pada pasir yang akan tertelan oleh ombak Takkan menuliskan pada awan yang akan terhapus angin Dan takkan kutuliskan pada embun yang tentunya akan gersang oleh terik
Sejauh apapun itu rasaku, sepertinya hambar
Tak ingin terbaca hati siapapun
Enggan berkata bercerita
Gugup emosi tak berwujud
Menelan pedih yang tak terdengar
Enggan menangis berteriak
Terbalut kalut menakutkan
Aku berdiri di atas kumpulan bait yang tersimpan
Menahan segala emosi yang tercipta
Aku melangkah menyisiri jalan yang tak berarah
Sssssttttt, hening tak bergeming
Senyap yang ku cipta mengetuk batinku
Gelap yang yang menelan terang
Kumeninggalkan segala pandang
Menutup segala jejak
Kali ini ku sendiri, serasa sendiri terbalut dingin yang
menusuk
Aahh hanya perasaanku saja
Selalu berisyarat dalam hati
Mencoba tersenyum meski isak dalam hati
Mungkin sebenarnya aku tak seharusnya begini
Hanya saja aku tak tahu harus bagaimana
Mungkin saja aku lelah dan ingin menangis
Hanya saja aku malu pada rumput yang menari dengan
riangnya Bersama udara yang tak pernah lelah mencari insan yang bernafas
Dan kupu-kupu yang hinggap dengan manisnya Mentari yang selalu menyambut pagi dengan sejuknya Bulan dan bintang dengan cantiknya menemani sang malam
Betapa bodohnya jiwa ini tak yang tak pernah bersyukur Nikmat ini begitu indahnya Hingga tak ada insan yang kekurangan Tak seharusnya aku menahan kebahagiaanku
Meski selalu ada pengorbanan yang layak ku pertaruhkan
Kupejamkan mata setitik waktu Menghela nafas dengan santainya Cukup mengingat segala pahit dan manis yang pernah mewarnaiku Dan segala mimpi yang sempat tertunda
Rangkul aku dalam riangmu
Uraikan segala cerita tentang cinta, persahabatan, kekeluargaan, kebersamaan, dan kasih sayang yang tulus Hapuskan airmataku kala aku telah cukup kuat menahan kepedihanku
Ajak aku menari di atas drama yang penuh terjal
Ajari aku tersenyum dikala aku mudah menguraikan airmata Ya, aku berada dipuncak letih pada buku yang ku genggam Tinta penaku telah habis Kertasnya pun telah usang
Aku ingin bicara, bahasa hati, bahasa tubuh, bahasa jiwa
Karna aku tak ingin torehkan pada pasir yang akan tertelan oleh ombak Takkan menuliskan pada awan yang akan terhapus angin Dan takkan kutuliskan pada embun yang tentunya akan gersang oleh terik
Post a Comment for "AKU INGIN BICARA"
Post a Comment